Minggu, 26 Juni 2011

Heran

Aku Heran, heran melihat ketidakseimbangan yang ada di sekitarku, heran melihat apa yang selama ini menjadi prinsip hidupku, heran melihat diriku sendiri.05/04/08

Mencoba Berfikir

Malam ini, terasa ada sedikit yang mengganjal dalam pikiranku. Aku tak tahu persis, apa itu! Terlalu banyak yang harus ku pikirkan saat ini. Kebingungan karena terlalu banyak masalah, bingung memikirkan semua yang mungkin akan kuhadapi di masa yang akan datang, dan bingung akan kebingungan ini.

Dalam hidup, seseorang yang ingin menentukan masa depannya setidaknya harus memiliki target yang jelas dalam menentukan arah hidupnya. Dan target itu harus disesuaikan dengan apa yang selama ini sudah dan sedang dilakukan. Memetakan kemampuan yang dimiliki, memetakan bakat dan minat yang sudah dan mungkin akan dicari, dan memetakan langkah -langkah yang mungkin harus di tempuh, untuk mewujudkan apa yang selama ini sudah ditargetkan.

Walaupun mungkin pas-pasan, banyak dari sahabat ku yang mengatakan bahwa aku sedikit 'bisa' menggunakan komputer, sedikit 'bisa' ilmu-ilmu eksak, dan sedikit bisa ilmu spiritualitas. Setelah melihat kemampuan yang kumiliki, point-point target yang menjadi mimpi ku di masa depan, salah satunya menjadi Designer Grafis sebuah perusahaan bertaraf nasional, dengan terus mengasah ilmu komputer yang saat ini aku punya. Meneruskan mimpi ku untuk menjadi seorang Judicature, mungkin di salah satu kota besar, tentunya dengan terus belajar hukum.

Tentang itu semua, tentu saja akan berat terasa jika melihat kemampuanku yang saat ini masih ada di semester enam, namun dengan melihat segenap kemampuan yang ada, keinginan itu terus bertambah besar seiring bertambahnya waktu.

Banyak yang mengatakan, seharusnya untuk menatap masa depan, kita harus mampu melihat realita yang ada sekarang. Saya anggap komentar seperti itu ada benarnya, namun jika kita terus dihantui romantisme seperti itu, apa yang bisa kita dapatkan selain hanya bermimpi tanpa ada yang diperbuat. Bukankah 'kita' adalah apa yang kita pikirkan? Ketika kita berfikir masalah itu tidak dapat kita selesaikan, maka 90 % otak dan pikiran kita akan mensugestikan bahwa masalah itu tidak akan dapat kita selesaikan. Namun jika perasaan sukses sudah mengitari pikiran kita, setidaknya 90 % kemenangan sudah ada di tangan dan 10 % tinggal perbuatan.

Hidup berawal dari mimpi, 'mimpi' dan khayalanlah lah yang membuat Isaac Newton dapat menemukan hukum gravitasi. Berapa banyak orang yang duduk di bawah pohon apel dan kejatuhan buahnya tapi tidak mampu menyerap apa yang tersirat di balik peristiwa tersebut. Maka bermimpilah. Bermimpilah untuk menggenggam dunia.

Salam Berfikir, Berjuang, dan Berkarya.

03/04/08